Senin, 26 Juli 2010

Tahun – Tahun Penuh Kisah

23 April 1994 ,. Rs. Manuaba yang terletak di jalan Cokroaminoto itu menjadi saksi kelahiran seorang bayi perempuan dengan panjang 50 cm dan berta 3 kilogram itu. Itulah dimana aku dilahirkan dalam usia 8 bulan melalui operasi Caesar. Saat dilahirkan , mama tidak bisa mendengar suara tangisan anak pertamanya karena mama dalam keadaan dibius. Tapi yang jelas , aku tahu , keluarga kecilku menjadilebih berwarna setelah aku ada didunia ..

6 bulan kemudian , mama di vonis terkena penyakit kanker payudara . Terpakasa , semenjak usia 6 bulan aku berhenti mendapat asi.

23 April 1996 , usiaku menginjak 2 tahun . Acara heboh saat itu dilaksanakan untuk merayakan ulang tahunku. Aku begitu bahagia. Ice cream , hal yang paling kusuka bisa aku habiskan semauku. Indahnya usia 2 tahun. Namun , keesokan harinya , aku terkena diare. Diare yang cukup parah sehingga mengharuskan aku untuk opname di rumah sakit.

Tahun 1997, setahun berlalu .. Aku sudah berusia 3 tahun . Dan saat itu aku kembali harus mengenal kata opname. Mata bagian bawahku tumbuh jerawat yang mengeras sehingga harus dioprasi. Kata mama ,saat itu aku tidak makan selama kurang lebih 10 jam !

Usia 4 tahun .. waktunya aku bersekolah. Tahun 1998 , adalah kali pertama aku mengenal kata ‘teman’ dan mengerti cara berteman . TK Titi Dharma Denpasar , menjadi tempat naungan bermainku selama dua tahun . Nangis karena belum di jemput , jatuh saat main ayunan , berebutan mainan , bahkan sampai berak di celana menjadi hal – hal yang mewarnai masa TK ku .. Disanalah aku mulai mengenal rasa saling menyayangi dan menghargai satu sama lain.. Yang paling aku suka dari masa TK adalah ; aku bisa pentas Marching Band sebagai pemain barilla dan bisa mengikuti acara fashion show.

2 tahun kulalui di TK .. tahun 2000 , aku melanjtkan sekolah ke SD 22 Dauh Puri Kaja . Disana aku mendapatkan kelas I (satu) C .. awalnya aku tidak menyukainya , karena aku piker kelasku kelas yang paling buruk . Tapi ternyata tidak . Di kelas itulah aku mulai berkembang . Sejak kelas satu SD sampai kelas enam SD , jabatan rangking satu selalu melekat di diriku. Saat kelas lima SD, Olimpiade matematika selalu ku ikuti walaupun tidak pernah juara. Yang paling membanggakan adalah , aku mendapat rangking 10 siswi teladan se-kota Denpasar dan Juara Harapan 1 Mekidung se-kota Denpasar. Dan akhirnya, kelas enam SD aku lulus dengan nilai yang sangat tidak diharapkan, 40,99..

Aku mulai putus asa karena aku tidak lolos TPA di SMPN 1 Denpasar .. Aku takut tidak dapat sekolah negeri .. Tapi mestakung (semesta mendukung) terjadi dalam hidupku .. SMPN 5 Denpasar , siap menampungku dengan nilai minimal yang dicari adalah 39,39. Tahun 2006 itulah aku resmi menjadi siswi SMPN 5 Denpasar. Disanalah aku semakin mengembangkan bakat akademis ku. Kelas VII (tujuh) E , menjadi tempat bernaungku. Kenaikan kelas, aku rangking 1 di kelas dan mendapat juara umum 3. Akhirnya , tahun 2007 aku masuk dalam kelas unggulan , yaitu kelas VIII (delapan) A.. Di kelas itu , awalnya aku takut tidak bisa berkembang. Tapi ketakutan ku sirna setelah aku tahu siapa wali kelas ku. Ibu Tjok , yang menjadi Pembina ekstra ku meyakinkan agar aku tidak putus asa. Akhirnya , aku kembali mendapat rangking 1 dikelas ditambah rangking 1 umum . Belum lagi aku direkrut sebagai ketua Jurnalistik Genta SMPN 5 Denpasar. Tahun 2008 , aku kembali ke kelas unggulan XI (sembilan) A. Berhubung teman- teman yang kuajak adalah teman – teman kelas VIII A yang lama , aku tidak perlu bersusah payah menyesuaikan diri lagi. Surprise yang menyenangkan yang kuterima tahun 2008 adalah ; aku lolos olimpiade astronomi tingkat kota dan siap mewakili Denpasar pada tingkat provinsi. Sehari sebelum lomba , aku mendapat pelatihan di Hotel Wito, Jalan Kepundung Denpasar. Keesokan harinya aku lomba di SMPN 1 Denpasar , dan sangat disayangkan , aku tidak lolos ke tingkat nasional.

Akhirnya aku sibuk dengan olimpiade fisika yang diadakan SMA – SMA Negeri di Denpasar. Di SMAN 1 Denpasar , aku berhasil menjadi rangking 10 . Di SMAN 4 Denpasar aku menduduki peringkat 75 , dan di SMAN 3 Denpasar , aku tidak mendapat konfirmasi tentang juara. Yang aku banggakan juga , aku dan kawan – kawan yang lain berhasil mendapat rangking 10 dalam kuis Bintang Pintar Ultra.

Tahun 2009 , adalah waktunya kelulusan. Inilah yang kutunggu sejak lama . Aku lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. 38,55 , aku menjadi peringkat 1, sebagai peraih nem tertinggi di SMPN 5 Denpasar. Keceriaan tak berujung disitu saja. Melihat website SMAN 3 Denpasar tentang pengumuman TPA , ternyata aku lolos dengan peringkat 44.

Di tahun yang sama , aku mulai masuk sebagai siswi putih abu-abu. Aku mendapat kelas X.1 di SMAN 3 Denpasar. Rasa was – was kembali menghantui. Masuk di sekolah favorite dengan siswa siswi yang cerdas-cerdas membuat nyaliku semakin ciut. Tapi aku tetap percaya akan kemampuan diri. Raport Semester 1 dibagikan dan aku mendapat rangking 6. Ya , rangking 6 dikalangan orang pintar dibaningkan rangking 1 dikalangan orang biasa tentu ada rasa yang berbeda. Dan kenaikan berikutnya aku mendapat rangking 5. Naik 1 peringkat saja.

Di SMAN 3 Denpasar , aku mengikuti ekstrakulikuler jurnalistik yang bernama Madyapadma. Ya , selain untuk melanjutkan ekstra sewaktu SMP , aku juga tertarik dengan bidang film dan radionya . Syukur saja , sampai saat ini , aku bisa siaran di Voice Of Trisma (radio komunitas trisma) dan bisa membuat film documenter. Melalui madyapadma lah , aku (serta yuni, gek diah, kak heny, karina, dan lupa lagi) bisa meraih juara 2 lomba kording di Fakultas Ekonomi Udayana pada tahun 2009.

Balik lagi ke akademis. Tahun 2010, pembagian jurusan dan kelas tiba. Aku yakin dapat IPA karena nilai IPA ku tidak bermasalah . Tapi aku dapat kelas apa ? saat pengumuman pertama , namaku ada di deretan terakhir yang berarti kelas XI IPA 6. Oh tidak ! aku tidak mau di kelas itu .. Aku menangis dan selalu mengucapkan “aku ngga mau di IPA6”. Lagi – lagi mestakung terjadi. Keesokan harinya , pembagian kelas yang benar sudah ditempel di lab biologi. Dan namaku ada di deretan XI IPA 3 ! Kelas unggulan (lagi)..

Di kelas inilah aku berada sekrang . Duduk tepat di depan meja guru , bersama sahabatku Gandhi. Aku berharap , kisah ku di kelas ini akan lebih baik dan bermakna di banding kisah – kisah ku sebelumnya.

Semoga …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar