Kamis, 19 Agustus 2010

amazing moment with you :) (part 1)


10 bulan sama yoga ...
banyak hal yang kita lakuin bersama .. :D


waktu pertama kali jadian :)


pas dua bulanan beli baju kembar di sukawati :D


ini waktu 3 bulanan ... hihi (tumben - tumbenan yoga gaya ny cool) :p


empat bulan di pantai sanur ..

syang banget , moment yang kelimabulan ngga ke save :(
yang terpenting , udah kesimpen di hati ..
Lofyuso .. :*

Jumat, 30 Juli 2010

♥ Madyapadma

lambang madyapadma


"MP apaan tuh ?"
hahaha
pertanyaan bodoh yang ku lontarkan sekitar setahun silam
..........................................................................................................................................................................
setelah beberapa bulan aku bersekolah , barulah aku menyadari , MP adalah ekstra
jurnalistik trisma yang memiliki kepanjangan Madyapadma.


Sebagai ektra besar yang hadir sejak angkatan satu Trisma , Madyapadma tentunya "eksis" dengan segudang prestasinya ..
walaupun sempat vakum sebab adanya peraturan pers , akhirnya Madyapadma kembali berkibar.
Angkatan 25 Trisma , Madyapadma membuat gebrakan baru . Televisi kabel dan film mewarnai MP saat itu.

Sebenarnya apa sih Madyapadma ?
Madyapadma :
madya = tengah
padma = teratai
Madyapadma adalah bunga teratai yang terletak ditengah - tengah yang tidak memihak kepada siapapun dan selalu muncul dipermukaan dalam keadaan apapun ..

Lanjut ...
Tahun - tahun berikutnya , MP semakin dihujani oleh juara.
O Juara I dan Juara II lomba FE UNUD
O Juara I lomba kording yang diadakan Akademika Unud
dan banyak lagi yang lainnya . . . . .

Pelatihan film juga selalu menyumbangkan piala dalam setiap lomba - lomba film lokal maupun nasional .

Akhirnya tahun 2009 , Trisma mengeluarkan Radio Komunitas , yang diberikan nama Voice Of Trisma .. Radio ini disiarkan dari pukul setengah 3 sampai pukul 6 sore , dari senin sampai sabtu , dengan frekuensi siar yaitu 107.00 FM.
Ini menjadi salah satu kebanggaan untuk Madyapadma terutama SMAN 3 Denpasar memiliki radio komunitas.

Tidak lupa juga , setiap bulan bahasa Madyapadma juga menampilkan MPTV / TV Kabel.

Inilah Madyapadma TRisma . Tidak hanya di dunia tulis menulis , juga bercabang ke dunia perfilman dan radio .


PERS MILIK KAMI ...

Senin, 26 Juli 2010

Tahun – Tahun Penuh Kisah

23 April 1994 ,. Rs. Manuaba yang terletak di jalan Cokroaminoto itu menjadi saksi kelahiran seorang bayi perempuan dengan panjang 50 cm dan berta 3 kilogram itu. Itulah dimana aku dilahirkan dalam usia 8 bulan melalui operasi Caesar. Saat dilahirkan , mama tidak bisa mendengar suara tangisan anak pertamanya karena mama dalam keadaan dibius. Tapi yang jelas , aku tahu , keluarga kecilku menjadilebih berwarna setelah aku ada didunia ..

6 bulan kemudian , mama di vonis terkena penyakit kanker payudara . Terpakasa , semenjak usia 6 bulan aku berhenti mendapat asi.

23 April 1996 , usiaku menginjak 2 tahun . Acara heboh saat itu dilaksanakan untuk merayakan ulang tahunku. Aku begitu bahagia. Ice cream , hal yang paling kusuka bisa aku habiskan semauku. Indahnya usia 2 tahun. Namun , keesokan harinya , aku terkena diare. Diare yang cukup parah sehingga mengharuskan aku untuk opname di rumah sakit.

Tahun 1997, setahun berlalu .. Aku sudah berusia 3 tahun . Dan saat itu aku kembali harus mengenal kata opname. Mata bagian bawahku tumbuh jerawat yang mengeras sehingga harus dioprasi. Kata mama ,saat itu aku tidak makan selama kurang lebih 10 jam !

Usia 4 tahun .. waktunya aku bersekolah. Tahun 1998 , adalah kali pertama aku mengenal kata ‘teman’ dan mengerti cara berteman . TK Titi Dharma Denpasar , menjadi tempat naungan bermainku selama dua tahun . Nangis karena belum di jemput , jatuh saat main ayunan , berebutan mainan , bahkan sampai berak di celana menjadi hal – hal yang mewarnai masa TK ku .. Disanalah aku mulai mengenal rasa saling menyayangi dan menghargai satu sama lain.. Yang paling aku suka dari masa TK adalah ; aku bisa pentas Marching Band sebagai pemain barilla dan bisa mengikuti acara fashion show.

2 tahun kulalui di TK .. tahun 2000 , aku melanjtkan sekolah ke SD 22 Dauh Puri Kaja . Disana aku mendapatkan kelas I (satu) C .. awalnya aku tidak menyukainya , karena aku piker kelasku kelas yang paling buruk . Tapi ternyata tidak . Di kelas itulah aku mulai berkembang . Sejak kelas satu SD sampai kelas enam SD , jabatan rangking satu selalu melekat di diriku. Saat kelas lima SD, Olimpiade matematika selalu ku ikuti walaupun tidak pernah juara. Yang paling membanggakan adalah , aku mendapat rangking 10 siswi teladan se-kota Denpasar dan Juara Harapan 1 Mekidung se-kota Denpasar. Dan akhirnya, kelas enam SD aku lulus dengan nilai yang sangat tidak diharapkan, 40,99..

Aku mulai putus asa karena aku tidak lolos TPA di SMPN 1 Denpasar .. Aku takut tidak dapat sekolah negeri .. Tapi mestakung (semesta mendukung) terjadi dalam hidupku .. SMPN 5 Denpasar , siap menampungku dengan nilai minimal yang dicari adalah 39,39. Tahun 2006 itulah aku resmi menjadi siswi SMPN 5 Denpasar. Disanalah aku semakin mengembangkan bakat akademis ku. Kelas VII (tujuh) E , menjadi tempat bernaungku. Kenaikan kelas, aku rangking 1 di kelas dan mendapat juara umum 3. Akhirnya , tahun 2007 aku masuk dalam kelas unggulan , yaitu kelas VIII (delapan) A.. Di kelas itu , awalnya aku takut tidak bisa berkembang. Tapi ketakutan ku sirna setelah aku tahu siapa wali kelas ku. Ibu Tjok , yang menjadi Pembina ekstra ku meyakinkan agar aku tidak putus asa. Akhirnya , aku kembali mendapat rangking 1 dikelas ditambah rangking 1 umum . Belum lagi aku direkrut sebagai ketua Jurnalistik Genta SMPN 5 Denpasar. Tahun 2008 , aku kembali ke kelas unggulan XI (sembilan) A. Berhubung teman- teman yang kuajak adalah teman – teman kelas VIII A yang lama , aku tidak perlu bersusah payah menyesuaikan diri lagi. Surprise yang menyenangkan yang kuterima tahun 2008 adalah ; aku lolos olimpiade astronomi tingkat kota dan siap mewakili Denpasar pada tingkat provinsi. Sehari sebelum lomba , aku mendapat pelatihan di Hotel Wito, Jalan Kepundung Denpasar. Keesokan harinya aku lomba di SMPN 1 Denpasar , dan sangat disayangkan , aku tidak lolos ke tingkat nasional.

Akhirnya aku sibuk dengan olimpiade fisika yang diadakan SMA – SMA Negeri di Denpasar. Di SMAN 1 Denpasar , aku berhasil menjadi rangking 10 . Di SMAN 4 Denpasar aku menduduki peringkat 75 , dan di SMAN 3 Denpasar , aku tidak mendapat konfirmasi tentang juara. Yang aku banggakan juga , aku dan kawan – kawan yang lain berhasil mendapat rangking 10 dalam kuis Bintang Pintar Ultra.

Tahun 2009 , adalah waktunya kelulusan. Inilah yang kutunggu sejak lama . Aku lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. 38,55 , aku menjadi peringkat 1, sebagai peraih nem tertinggi di SMPN 5 Denpasar. Keceriaan tak berujung disitu saja. Melihat website SMAN 3 Denpasar tentang pengumuman TPA , ternyata aku lolos dengan peringkat 44.

Di tahun yang sama , aku mulai masuk sebagai siswi putih abu-abu. Aku mendapat kelas X.1 di SMAN 3 Denpasar. Rasa was – was kembali menghantui. Masuk di sekolah favorite dengan siswa siswi yang cerdas-cerdas membuat nyaliku semakin ciut. Tapi aku tetap percaya akan kemampuan diri. Raport Semester 1 dibagikan dan aku mendapat rangking 6. Ya , rangking 6 dikalangan orang pintar dibaningkan rangking 1 dikalangan orang biasa tentu ada rasa yang berbeda. Dan kenaikan berikutnya aku mendapat rangking 5. Naik 1 peringkat saja.

Di SMAN 3 Denpasar , aku mengikuti ekstrakulikuler jurnalistik yang bernama Madyapadma. Ya , selain untuk melanjutkan ekstra sewaktu SMP , aku juga tertarik dengan bidang film dan radionya . Syukur saja , sampai saat ini , aku bisa siaran di Voice Of Trisma (radio komunitas trisma) dan bisa membuat film documenter. Melalui madyapadma lah , aku (serta yuni, gek diah, kak heny, karina, dan lupa lagi) bisa meraih juara 2 lomba kording di Fakultas Ekonomi Udayana pada tahun 2009.

Balik lagi ke akademis. Tahun 2010, pembagian jurusan dan kelas tiba. Aku yakin dapat IPA karena nilai IPA ku tidak bermasalah . Tapi aku dapat kelas apa ? saat pengumuman pertama , namaku ada di deretan terakhir yang berarti kelas XI IPA 6. Oh tidak ! aku tidak mau di kelas itu .. Aku menangis dan selalu mengucapkan “aku ngga mau di IPA6”. Lagi – lagi mestakung terjadi. Keesokan harinya , pembagian kelas yang benar sudah ditempel di lab biologi. Dan namaku ada di deretan XI IPA 3 ! Kelas unggulan (lagi)..

Di kelas inilah aku berada sekrang . Duduk tepat di depan meja guru , bersama sahabatku Gandhi. Aku berharap , kisah ku di kelas ini akan lebih baik dan bermakna di banding kisah – kisah ku sebelumnya.

Semoga …

Sabtu, 24 Juli 2010

Perubahan Susila Masyarakat Bali Akibat Perubahan Budaya


Faktor pendukung yang menguatkan posisi Bali hanyalah kebudayaan dan alamnya yang sangat mempesona serta masyarakatnya yang sangat ramah dan terkenal jujur sehingga tidak salah kalau “dulu” pulau Bali dijuluki “The paradise island”, “The island with thousand temple”, “God island”, dan lain sebagainya. Namun, masihkan Bali layak mendapat julukan seperti itu?

Masyarakat Bali yang terkenal religius dan taat terhadap tradisi tentu dapat tergoyahkan dengan perkembangan globalisasi. Pengaruh dari lokal dan domestik memberikan dampak buruk bagi susila masyarakat Bali. Bangunan - bangunan pura nan megah sudah disulap menjadi tempat pariwisata yang mengesampingkan “taksu”/roh dari pura itu sendiri. Kehikmatan umat dalam bersembahyang harus dikesampingkan demi kepentingan para turis asing. Upacara keagamaan semakin marak dan semakin marak, tetapi sangat jauh dari makna yang sebenarnya. Ceramah dan propaganda agama semakin marak menyerang Bali. Sayangnya hal tersebut tidak menghasilkan output yang positif bagi moralitas dan keajegan Bali jati mula.

Guru bidang keagamaan SMAN 3 Denpasar Dra. Ni Luh Suryati menyatakan, banyaknya perubahan ini diakibatkan buruknya pribadi dari masing – masing masyarakat Bali , yang mudah terpengaruh terhadap keadaan disekelilingnya. “Kemerosotan susila masyarakat Bali juga diakibatkan perubahan budaya khas Bali yang mengarah ke Barat”, imbuhnya.

Awal Mula Perkembangan Pariwisata

Seusai Perang Dunia II dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, di antara sejumlah kecil wisatawan yang berkunjung ke Bali ada kekhawatiran sehubungan dengan munculnya semangat nasionalis di kalangan penguasa baru Indonesia:

“seiring dengan waktu, jiwa Hindu yang lahir di bali sepuluh abad yang lalu semakn hari semakin sulit bertahan, dan mulai kehilangan cirri khasnya. Maka bergegaslah menikmatinya dari dekat sebelum pengaruh Indonesia modern menghancurkannya”(Durtain 1956 : 21).

Begitu orde baru muncul, upaya gigih pemerintah Indonesia untuk mengembangkan pariwisata Bali juga ditafsirkan sebagai gaung terakhir kebudayaan Bali. Kerena itulah sebuah majalah pariwisata yang terbit tahun 1970-an dapat disimak peringatan berikut:

Bali masih pada titik nol pencemaran pariwisata. Meskipun demikian, perlu adanya peringatan karena sesungguhnya momok pariwisata sudah muncul dan siapuntuk menghancurkan keajaiban sebuah kebudayaan termurni yang pernah ada di dunia”(Milau 1974:106).

“Tahun 1970 perkembangan pariwisata di Bali memasuki tahap perkembangan yang pesat. Wisatawan mengalami penigkatan yang cukup tinggi dikhawatirkan saat itu akan merubah sikap susila masyarakat Bali”, tutur Suryati. Masyarakat Bali yang terpengaruh budaya asing ditakutkan dapat meninggalkan budaya lama. Tindakan kriminal mulai memasuki pribadi masyarakat Bali. Sejak saat itu, style masyarakat Bali mulai berubah. Dimana para wanita mulai menggunakan pakaian atasan dan sebagainya. Selain itu perubahan susila masyarakat Bali mulai tampak sejak saat itu. Walaupun tak sebesar sekarang namun , pada saat itu, masyarakat Bali telah mengenal obat – obatan terlarang serta menjadi pelacur.

Sejak saat itu pula, masyarakat Bali mulai memanfaatkan tempat – tempat sakral di Bali untuk tempat wisata. Suryati mengungkapkan sesungguhnya, tempat suci di Bali tidak boleh digunakan sebagai tempat wisata dengan tujuan tetap menjaga keskralannya namun demi ekonomi hal tersebut dilanggar.

Seks dalam Pariwisata

Suryati menjelaskan bahwa saat ini kafe remang-remang menjamur bak musim hujan. Kriminalitas, narkoba, mabuk-mabukan, kenakalan remaja dan sex bebas bahkan sudah merambah ke desa-desa. Bahkan istilah ‘ngecharge HP ke kafe” merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi sebagian besar pemuda Bali. “Itulah sebuah istilah yang digunakan untuk mencari wanita penghibur di kafe-kafe yang memang sangat marak saat ini”, katanya

Bahkan yang lebih menghebohkan beberapa waktu yang lalu pulau Bali digegerkan dengan ditemukannya mayat seorang wanita jepang dalam keadaan bugil di daerah kuta. Diduga kuat mayat wanita tersebut merupakan korban pemerkosaan dan pembunuhan. Artinya, saat ini masyarakat Bali sudah tergerus dalam efek negatif pariwisata, mengalami kegamangan, kebingungan dan kehilangan pondasi dasar dalam menghadapi perubahan yang demikian cepatnya.

Bagaimana mengembalikan Jiwa Bali seperti sedia kala?

Jati diri atau sifat khas orang Bali adalah sifat-sifat dasar, norma-norma, kepercayaan dan tuntunan hidup mendasar yang seharusnya melekat pada setiap orang Bali. “Kita tidak boleh lupa bawasannya budaya Bali dibangun dengan spirit Hindu” , ungkap Gandhy , salah seorang siswi kelas XI SMAN 3 Denpasar. Gandhy menyatakan jika spirit ini hilang, pulau Bali dan orang-orang Bali tidak ubahnya seperti perangkat keras yang tidak memiliki software yang tepat. Ingatlah , Bali yang tanpa Hindu, Bali yang tanpa filsafat, tempat suci, masyarakat desa pakraman, yang hilang keramahtamahannya adalah Bali yang telah lenyap. “Adalah kewajiban kita semua sebagai masyarakat Bali untuk mengembalikan Bali menjadi lebih baik” imbuhnya.